Sabtu, 19 Januari 2013

BASIC PHOTOGRAPHY


  • Belajar Fotografi = Paham Dasar-Dasar Fotografi dan Kameraoleh Mishbahul Munir, Poetrafoto Photography Studio Yogyakarta Indonesia Saya punya pendapat yang simpel soal fotografi. ”Belajar fotografi harus paham terlebih dahulu kamera yang dimiliki dan tahu dasar-dasar fotografi”. Nah, untuk memperjelas pendapat ini, silahkan baca artikel berikut ini. Semoga bermanfaat! Siapa saja bisa memotret. Dengan tambahan pikiran kreatif dan kerja keras, kita dapat menciptakan gambar hebat yang menunjukkan segenap kreasi dan interpretasi terhadap apa yang dilihat dan dijepret. Nah, seni mengabadikan gambar dengan menggunakan kamera disebut dengan Fotografi. Fotografi berasal dari bahasa Latin yaitu: photos adalah cahaya, sinar. Sedang graphein berarti tulisan, gambar atau disain bentuk. Jadi, fotografi secara luas adalah menulisatau menggambar dengan menggunakan cahaya. Gambar mati atau lukisan yang didapatmelalui proses penyinaran dengan menggunakan cahaya. Karena dalam membuat gambar kitamenggunakan alat yang disebut camera, maka sudah tentu kita harus benar-benar menguasaialat tersebut juga termasuk beberapa teknik dasarnya.Dalam menggunakan kamera kita mengenal apa yang disebut dengan:FokusFokus adalah titik api.Rana Keterangan gambar: 1. Shutter plate 2. Aperture covered by leaf shutter 3. Aperture during exposure 4. Leaf blade 5. Catch mechanism 6. Butterfly spring Kecepatan Rana adalah tiraiImage: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/46/Leaf_shutter.svg/698px-Leaf_shutter.svg.png yang bergerak turun naik di dalam kamera yang berfungsi untuk mengatur berapa lamafilm hendak disinari. Rana memiliki satuan dengan nomor: B-1-2-4-8-15-30-60-125-250-500-1000-2000. Besar kecilnya satuan rana dapat ditentukan sendiri dengan mengatur besar dankecilnya satuan rana serta besarnya diafragma.Ada beberapa rana dalam kamera. Diantaranya rana celah dan rana pusat. Rana celah ada duayaitu: Rana celah vertical dan horizontal. Keduanya terletak di bagian dalam kamera. Diabertugas menutup tirai dan mengikuti fungsinya. Rana vertial menutup secara vertikal dan yanghorizontal menutup secara horizontal. Sedang Rana pusat adalah, Rana yang terletak pada lensaletaknya berdampingan dengan diafragma dan menutupnya dengan cara memusat.__________ document from http://blog.poetrafoto.com dokumen ini diperbolehkan untuk diperbanyak, di‐copy, dan atau disebarluaskan untuk kepentingan pembelajaran bersama, dengan tetap menyebutkan Nama Penulis dan alamat web http://www.poetrafoto.com  
  • 2. Diafragma Diafragma adalah lubang dalam lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan. Diafragma memiliki beberapa ukuran atau satuan angka. Setiap lensa mempunyai perbedaan bukaan diafragma masing-masing. Biasanya, ukuran diafragma dimulai dengan 2,8 – 4 – 5,6 – 8 – 11 – 16 – 22. Besar kecilnya bukaan diafragma yang kita pilih menghasilkan foto yang berbeda. Bukaan diafragma kecil akan menghasilkan ruang yang luas. Sedang bukaan diafragma besar akan membuat ruang tajam sempit (Blur). Atau mudahnya, diafragma artinya bukaan lensa. Efeknya, makin besar bukaan, maka makin besar kecepatan yang dibutuhkan, speed makin tinggi. Efek lainnya, makin besar bukaan, makin sempit ruang tajamnya, artinya makin besar efek blur untuk daerah diluar ruang tajam yang fokus. Banyak cara dan tujuan penggunaan/pemilihan diafragma, yang antara lain akan jelas mempengaruhi konteks dari foto yg kita buat. Misalkan, untuk memotret landscape, dengan memakai kamera apapun, coba setel ke diafragma paling sempit (angka paling besar) yang mungkin dicapai, lalu diimbangi dengan penyetelan lama waktu bukaan seperlunya (perhatikan light meter).Image: http://www.1people1camera.com/wp-content/uploads/2009/04/aperture.jpg Tapi khususnya untuk pemotretan malam, kadangkita tidak bisa mencapai bukaan paling sempit karena terbatas waktu bukaan shutter yang tidakbisa terlalu lama, apalagi di kamera prosumer yang biasanya terbatas hanya 13 detikmaksimum. Untunglah untuk kamera digital prosumer hal ini tidak masalah. Dengan ukuransensor yang jauh lebih kecil daripada satu frame film 35mm maka ruang tajam tetap cukup luas,walaupun diafragma disetel ke f/3.5 misalnya. Dan, semuanya tergantung bagaimana foto akankita buat.PencahayaanPencahayaan adalah proses menyinari film dengan cahaya yang datang dari luar kamera denganmengontrol besarnya diafragma dan kecepatan. Dalam pencahayaan, bukaan diafragmamenentukan intensitas cahaya yang diteruskan film. Sedangkan kecepatan rana menentukanjangka waktu transmisi sinar.Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menentukan kombinasi yang tepat antara bukaandiafragma dengan kecepatan. Salah satunya dengan memilih prioritas diafragma. Maksudnya,pemotret bisa memilih berapa besar bukaan diafragma yang akan digunakan. Setiap bukaandiafragma yang dipilih akan membuat hasil gambar yang berbeda. Bila pemotret memilihmenggunakan rana tinggi, maka itu berguna untuk menghentikan aksi. Sedang rana rendah akanmembuat aksi kabur. Sedang untuk mengambil gambar di tempat dengan cahaya yang kurangmaka untuk mengatasinya yang dilakukan oleh fotografer adalah memakai film dengankecepatan tinggi. Misalnya Iso 400, 600, 800 atau Iso 1600.Cara untuk mengukur pencahayaan biasanya ada di setiap kamera. Untuk mengukur cahayaagar sesuai, kita bisa mensiasatinya dengan cara mengukur telapak tangan atau mendekatkan__________ document from http://blog.poetrafoto.com dokumen ini diperbolehkan untuk diperbanyak, di‐copy, dan atau disebarluaskan untuk kepentingan pembelajaran bersama, dengan tetap menyebutkan Nama Penulis dan alamat web http://www.poetrafoto.com  
  • 3. kamera kita sekitar 30 cm dari objek. Maka, kita akan mendapatan pencahayaan yang sesuai.Untuk mendapatkan cahaya yang baik dalam pemotretan biasanya kita akan memilih memotretpada jam 08.00-10.00 dan 16.00-18.00. Biasanya dalam waktu ini, cahaya dalam kondisi yangbaik, dan tak terlalu keras.Dalam pencahayaan ada beberapa teknik yang harus diperhatikan. Diantaranya:Penerangan depan: Sumber cahaya berasal dari depan objek. Cahaya ini akan menghasilkangambar yang datar.Penerangan belakang: Sumber cahaya berasal dari belakang objek. Dengan sumber cahayayang seperti ini maka objek yang kita ambil menjadi shiluette (hitam). Pemotretan dengansumber cahaya dari belakang dilakukan bila kita ingin membuat sebuah foto shiluete.Penerangan Samping: Pemotretan dengan memakai sumber cahaya dari samping membuatobjek yang kita ambil akan nampak tegas. Biasanya cahaya ini berasal dari tambahanpenerangan lain seperti lampu, blitz dan lain sebagainya.LensaLensa adalah alat yang terdiri dari beberapa cermin yang berfungsi mengubah benda menjadibayangan, terbalik dan nyata. Lensa terletak di depan kamera. Ada beberpa jenis lensa. Lensanormal, lensa lebar (wide) dan lensa panjang atau biasa disebut dengan lensa tele. Lensa normal berukuran fokus sepanjang 50 mm atau 55 mm untuk film berukuran 35 mm. Sudut pandang lensa ini hampir sama dengan sudut pandang mata manusia. Selain lensa lebar, ada juga lensa tele. Lensa lebar bisanya mempunyai lebar fokusnya 16-24mm. Lensa ini cocok untuk mengambil gambarpemandangan. Lensa tele adalah lensa yang memiliki focal length panjang. Lensa ini dapatdigunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek dan dapat menghasikan prespektifwajah yang mendekati aslinya. Lensa ini biasanya berukuran 85mm, 135mm dan 200mm.Bisanya fotografer menggunakan lensa sesuai dengan kebutuhannya. Bila ingin memotretbenda atau objek yang dekat, atau memotret pemandangan, biasanya mereka menggunakanlensa normal atau lensa dengan sudut lebar. Namun bila fotografer ingin mengabadikan sebuahmoment tertentu dengan jarak yang jauh, biasanya mereka menggunakan lensa tele. Dengandemikian, mereka tak perlu repot untuk membidik objek, dan kerja mereka akan semakinmudah.Selain lensa normal dan lensa tele, ada juga jenis lensa lainnya yang biasa disebut dengan lensavariasi atau lensa special (special lense). Biasanya lensa ini digunakan untuk keperluan tertentu.Contohnya fish eye lens (lensa mata ikan – 180 derajat). Memotret dengan lensa ini fotograferakan memperoleh hasil yang unik. Namun, lensa ini tidak berfungsi untuk menyaring sesuatukecuali mengubah pandangan guna mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa.Bila fotografer ingin mengambil objek dengan ukuran kecil atau pemotretan berjarak dekat(mendekatkan pemotret ke objek), umumnya lensa yang dipakai adalah lensa makro. Lensa inibiasanya juga dipakai untuk keperluan reproduksi karena dapat memberikan kualitas prima dandistorsi minimal. Misalnya: untuk memotret bunga, serangga, dll.__________ document from http://blog.poetrafoto.com dokumen ini diperbolehkan untuk diperbanyak, di‐copy, dan atau disebarluaskan untuk kepentingan pembelajaran bersama, dengan tetap menyebutkan Nama Penulis dan alamat web http://www.poetrafoto.com  
  • 4. Selain peralatan, untuk menghasilkan sebuah foto yang baik kita juga harus memperhatikanbeberapa hal diantaranya: Komposisi, cahaya, garis, bentuk, tekstur, rupa, warna dan verticalatau horizontal.KomposisiKomposisi adalah susunan objek foto secara keseluruhan pada bidang gambar agar objekmenjadi pusat perhatian (POI=Point of Interest). Dengan mengatur komposisi foto kita jugadapat dan akan membangun “mood” suatu foto dan keseimbangan keseluruhan objek. Berbicarakomposisi maka akan selalu terkait dengan kepekaan dan “rasa” (sense). Untuk itu sangatdiperlukan upaya untuk melatih kepekaan kita agar dapat memotret dengan komposisi yangbaik.Ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk menghasilkan komposisi yang baik. Diantaranya: Sepertiga Bagian (Rule of Thirds). Pada aturan umum fotografi, bidang foto sebenarnya dibagi menjadi 9 bagian yang sama. Sepertiga bagian adalah teknik dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto. Hal ini sangat berbeda dengan yang umum dilakukan, di mana kita selalu menempatkan objek di tengah-tengah bidang foto.Image: http://www.allykatdesign.com/wp-content/uploads/2010/05/spiral.jpg Sudut Pemotretan (Angle ofView). Salah satu unsur yang membangun sebuah komposisi foto adalah sudut pengambilanobjek. Sudut pengambilan objek ini sangat ditentukan oleh tujuan pemotretan. Maka dari itu,jika kita ingin mendapatkan satu moment dan mendapatkan hasil yang terbaik, kita janganpernah takut untuk memotret dari berbagai sudut pandang. Mulailah dari yang standar (sejajardengan objek), kemudian cobalah dengan berbagai sudut pandang dari atas, bawah, sampingsampai kepada sudut yang ekstrim. Komposisi pola garis Diagonal, Horizontal, Vertikal, Curve. Di dalam pemotretan Nature, pola garis juga menjadi salah satu unsur yang dapat memperkuat objek foto. Pola garis ini dibangun dari perpaduan elemen-elemen lain yang ada didalam suatu foto. Misalnya pohon, ranting, daun, garis cakrawala, gunung, jalan, garis atap rumah dan lain-lain. Elemen-elemen yangImage: http://www.sgawne.com/blog/wp-content/uploads/2009/02/bonsai_ruleofthirds.jpg membentuk pola garis ini sebaiknya diletakkan disepertiga bagian bidang foto. Pola Garis ini dapat membuat komposisi foto menjadi lebihseimbang dinamis dan tidak kaku.__________ document from http://blog.poetrafoto.com dokumen ini diperbolehkan untuk diperbanyak, di‐copy, dan atau disebarluaskan untuk kepentingan pembelajaran bersama, dengan tetap menyebutkan Nama Penulis dan alamat web http://www.poetrafoto.com  
  • 5. Background (BG) dan Foreground (FG). Latar belakang dan latar depan adalah benda-bendayang berada di belakang atau di depan objek inti dari suatu foto. Idealnya, BG dan FG inimerupakan pendukung untuk memperkuat kesan dan fokus perhatian mata kepada objek. Selainitu juga “mood” suatu foto juga ditentukan dari unsur-unsur yang ada pada BG atau FG. BGdan FG, seharusnya tidak lebih dominan (terlalu mencolok) daripada objek intinya. Salah satucaranya adalah dengan mengaburkan (Blur) BG dan FG melalui pengaturan diafragma.Beberapa teknik sudut pengambilan (angle) sebuah foto, yaitu:Pandangan sebatas mata (eye level viewing); paling umum, pemotretan sebatas mata padaposisi berdiri, hasilnya wajar/biasa, tidak menimbulkan efek-efek khusus yang terlihat menonjolkecuali efek-efek yang timbul oleh penggunaan lensa tertentu, seperti menggunakan lensa sudutlebar, mata ikan, tele, dan sebagainya karena umumnya kamera berada sejajar dengan subjek.Pandangan burung (bird eye viewing); bidikan dari atas, efek yang tampak subjek terlihatrendah, pendek dan kecil. Kesannya seperti ‘kecil’/hina terhadap subjek. Manfaatnya sepertiuntuk menyajikan suatu lokasi atau landscap. Low angle camera; pemotretan dilakukan dari bawah. Efek yang timbul adalah distorsi perspektif yang secara teknis dapat menurunkan kualitas gambar, bagi yang kreatif hal ini dimanfaatkan untuk menimbulkan efek khusus. Kesan efek ini adalah menimbulkan sosok pribadi yang besar, tinggi, kokoh dan berwibawa, juga angkuh. Orang pendek akan terlihat sedikit ‘normal’. Menggambarkan bagaimana anak-anak memandang ‘dunia’ orang dewasa. Termasuk juga dalam jenis ini pemotretan panggung, orang sedang berpidato di atas mimbar yang tinggi. Frog eye viewing, pandangan sebatas mata katak. Pada posisi ini kamera berada diImage: http://onlyfunnyjokes.com/bestoftheweb/wp-uploads/photos-right-angle-03.jpg bawah, hampir sejajar dengan tanah dantidak diarahkan ke atas, tetapi mendatar dan dilakukan sambil tiarap. Angle ini digunakan padafoto peperangan, fauna dan flora.Waist level viewing, pemotretan sebatas pinggang. Arah lensa disesuaikan dengan arah mata(tanpa harus mengintip dari jendela pengamat). Sudut pengambilan seperti ini sering digunakanuntuk foto-foto candid (diam-diam, tidak diketahui subjek foto), tapi pengambilan foto sepertiini adalah spekulatif.High handheld position; pemotretan dengan cara mengangkat kamera tinggi-tinggi dengankedua tangan dan tanpa membidik. Ada juga unsur spekulatifnya, tapi ada kiatnya yaitu denganmenggunakan lensa sudut lebar (16 mm sampai 35 mm) dengan memposisikan gelang fokuspada tak terhingga (mentok) dan kemudian memutarnya balik sedikit saja. Pemotretan sepertiini sering dilakukan untuk memotret tempat keramaian untuk menembus kerumunan.FilmFilm adalah media untuk merekam gambar yang terdiri dari lempengan tipis dengan emulsiyang peka cahaya. Karena peka cahayalah yang membuat film harus disimpan dalam kotak atautabung yang tak terkena cahaya. Film mempunyai ukuran 35mm dan 120mm atau disebutmedium format.__________ document from http://blog.poetrafoto.com dokumen ini diperbolehkan untuk diperbanyak, di‐copy, dan atau disebarluaskan untuk kepentingan pembelajaran bersama, dengan tetap menyebutkan Nama Penulis dan alamat web http://www.poetrafoto.com  
  • 6. Ada beberapa jenis film. Diantaranya:NEGATIF FILM: Film negatif atau klise, adalah sebutan untuk citra yang terbentuk pada filmsesudah dipotretkan dan sesudah dikembangkan, di mana bagian yang terlihat gelap padagambar, pada objek terlihat terang. Warna yang timbul berlawanan karena bagian terang dariobjek memantulkan banyak cahaya ke film dan menghasilkan area gelap.X-RAY FILM: Film sinar-x. Film ini dibuat kontras dan dibungkus dengan kertas timah. Karenasinar x dapat menembus benda-benda padat seprti kulit, tekstil, dan lain-lain, maka dalampemotretan akan tampak bayangan-bayangan yang mengganggu. Film ini biasa digunakandalam bidang kedokteran dan pengobatan.POLAROID FILM: Polaroid film adalah film yang digunakan untuk menghasilkan foto dalamwaktu singkat tetapi tidak mempunyai negatif. Dahulu banyak fotografer professional yangmenggunakan kamera ini namun semakin hari kamera dan film jenis ini sudah ditinggalkan.Hanya sebagian fotografer yang masih memakainya. Film Polaroid ditemukan oleh dr Land.ORTHOCHROMATIC FILM: Film yang sensitif terhadap warna biru dan hijau tapi tidak padamerah.MEDIUM FILM: Film dengan kecepatan sedang (ISO 100, 200). Kelompok film yang palingpopular dan banyak diminati pemotret. Ideal untuk pemotretan dalam cuaca yang terang/cerah.IsoIso adalah standard untuk kategori film yang digunakan yang mengindikasikan besar kepekaanfilm terhadap cahaya. Semakin kecil angka iso, semakin rendah kepekaannya terhadap cahaya.Kepekaan cahaya ini sangat menjadi prioritas dalam pemotretan. Biasanya bila kita inginmemotret pada suasana cahaya yang terang maka, kita dianjurkan memakai film dengan Iso 100atau film dengan kecepatan rendah. Ukuran Iso pada film ada berbagai jenis ukuran: 25-50-100-200-400-600-800 dan 1600.FilterPenyaring dalam bentuk kaca yang tembus cahaya yang mempunyai ketebalan rata . Filterbiasanya dipasang di ujung depan lensa. Ada beberapa jenis filter, diantaranya: POL COLOR FILTER: Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu. POL COLOR FILTER: Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu. POL CONVERSION FILTER: Filter terdiri dari selembar polarisator dengan filter konversi warna (85B). Biasanya juga digunakan untuk jenis kamera kine, sehingga memungkinkan film tungstenImage: http://www.cametaauctions.com/ebay/Zeikos/accessories/Filters/images/3piece_black_02.jpg digunakan untuk cerah hari dan mempunyai efek seperti filter polarisasi.__________ document from http://blog.poetrafoto.com dokumen ini diperbolehkan untuk diperbanyak, di‐copy, dan atau disebarluaskan untuk kepentingan pembelajaran bersama, dengan tetap menyebutkan Nama Penulis dan alamat web http://www.poetrafoto.com  
  • 7. POL FIDER FILTER: Filter yang terdiri dari dua filter PL linier yang digabung menjadi satu.Jumlah filter yang masuk dapat diatur dengan memutar gelang filter.POLARIZING CIRCULAR FILTER: Filter yang dibuat dari lembaran polarisator linier dankeeping quarter wave retardation, dilapi di antara dua gelang filter. Efeknya sama dengan filterpolarisasi, biasanya digunakan untuk kamera kine.POLARIZING FILTER: Filter polarisasi, dipakai untuk menghilangkan refleksi dari segalapermukaan yang mengkilap. Filter ini terdiri dari dua bagian, bagian yang satu dengan laindapat diputar-putar untukmendapatkan sudut paling ideal menghilangkan refleksi, menambahsaturasi warna dan menembus kabut atmosfer. Juga berguna untuk membirukan langit.ND FILTER: Filter ND. Filter ini berfungsi untuk menurunkan kekuatan sinar 2 kali sampai 8kali. Filter ini bernada abu-abu muda atau sedang dan tidak mengubah warna gambar.NEBULA FILTER: Filter yang menghasilkan gambar dengan efek pancaran sinar radial yangberpelangi.So… mari belajar tiada henti untuk menghasilkan foto gambar yang sangat menarik!Referensi: http://hinamagazine.com/__________ document from http://blog.poetrafoto.com dokumen ini diperbolehkan untuk diperbanyak, di‐copy, dan atau disebarluaskan untuk kepentingan pembelajaran bersama, dengan tetap menyebutkan Nama Penulis dan alamat web http://www.poetrafoto.com